Hari Air Sedunia (World Water Day)

Untitled-1

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret. Peringatan ini merupakan wahana memperbarui tekad kita untuk melaksanakan Agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 dalam United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, atau secara populer disebut sebagai Earth Summit.

Hari Air Dunia mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh negara-negara anggota PBB. Setiap tahunnya, pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus agar menjadi perhatian bagi warga dunia tentang betapa pentingnya air sebagai sumber kehidupan.

Air merupakan bentuk senyawa yang tak terlepaskan bahkan mungkin tidak bisa di pisahkan antara manusia dengan air, karena Secara tidak langsung saya pun berasal dari Air (air gelisah antara mamah dan papah), meski pada hakikatnya saya berasal dari tanah karena menurut keterang dalam kitab suci.

Air dapat di katakan unsur yang sangat penting bagi manusia dan kehidupan lainnya namun saat ini sumber air di negara ini bukan lagi menjadi hak asasi melainkan hak komoditi, “Siapa Banyak Uang Maka Ia Merajai Sumber Air Untuk Di Perdagangkan” . Oleh karenanya banyak kalangan masyarakat tidak menikmati apa yang ada dari alam negeri ini karena marak di perdagangkan dengan dalih untuk masyarakat, padahal pada kenyataannya masyarakat tidak menikmati hasil alam itu terutama sumber air bersih.

Saya sendiri Selalu mengajak dan berharap agar masyarakat mampu menggunakan air sesuai kebutuhan pola hidupnya, dan pemerintahan bersedia mempasilitasi rakyatnya untuk mendapatkan sumber air bersih.

Iklan

Selamat Hari Puisi Dunia

21 Maret Adalah Hari Puisi Dunia,

up date

Sebuah Puisi :

BUNGA, 1
Oleh : Sapardi Djoko Damono

(i)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padang waktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagak
terbang berputar-putar di atas padang itu;
malam hari ia mendengar seru serigala.

Tapi katanya, “Takut? Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku
ini si bunga rumput, pilihan dewata!”

(ii)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.

Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu gua pada suatu pagi,
dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua
itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm
dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan
hutan terbakar dan setelah api ….

Teriaknya, “Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para
manusia! Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!” 
Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
1982.

BUNGA, 2
Oleh : Sapardi Djoko Damono

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik
taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata
jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya — tak ada
alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin
menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu
kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya
selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan
menjelma
pendar-pendar di permukaan kolam 
Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
1982.

BUNGA, 3
Oleh : Sapardi Djoko Damono 

seuntai kuntum melati yang di ranjang itu sudah berwarna coklat
ketika tercium udara subuh dan terdengar ketukan di pintu
tak ada sahutan
seuntai kuntum melati itu sudah kering: wanginya mengeras di
empat penjuru dan menjelma kristal-kristal di udara ketika
terdengar ada yang memaksa membuka pintu
lalu terdengar seperti gema “hai, siapa gerangan yang telah
membawa pergi jasadku?”
 
Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,
1982.

Praktek Biologis

Biologis

Setiap warga Negara berhak atas pendidikan, begitulah kira – kira setahu saya yang tertera dalam UUD beranjak dari sekolah dasar (SD), hingga di perkuliahan (Mahasiswa).

Sekolah dasar pada umumnya di tempuh dengan waktu enam (6) tahun, Umumnya seorang anak masih menempuh pendidikannya tidak jauh dari rumahnya dan tentu belum terlepas dari dampingan Orang tua.

Ketika anak bertambah umur, jaman semakin berkembang teknologi semakin berperan, seseorang menginginkan kecerdasan. di tempuh dengan duduk di bangku perkuliahan, umumnya perkuliahan di dominasi dengan “Anak Kost” disanalah mereka mampu  mengkraesikan ilmu sains mereka yang di dapat di bangku SD, “Paktek Biologis” ketika kostan itu di campur adukan dengan lawan jenis.

Perkembangan media begitu membumbung, merasuk kedalam kehidupan manusia sangat dalam merubah karakter manusia menjadi tidak normal ketika penggunaan teknologi itu di salah artikan.