Pekan Mengenang Kampus Unsera

12383634_1672476772994309_1062791830_n

Tulisan Ini Untuk Pekan Mengenang Kampus, Sebenarnya saya belum berhak menulis tema ini karena status saya masih Mahasiswa ketje. Menulis ini seperti pacaran tapi rasa jomblo. Mending putus aja. Eh, Gimana? Tapi menjadi mahasiswa tingkat akhir, pekan mengenang kampus menjadi motivasi tersendiri bagi saya agar cepat menyelesaikan skripsi supaya segera menyongsong  achievement lain afdol  laku nostalgiknya. Kampus saya insya Allah tahun ini paling tidak tahun depan akan resmi menjadi kenangan. Kampus Unsera terletak di ujung Barat Kota Serang, Pokoknya jaraknya berdekatan dengan Markas (Taman) Kopasus,yang namanya kampus pasti ada suka dan dukanya. Nah disini saya hendak bercerita suka dan dukanya menjadi mahasiswa Unsera ingat yah hanya cerita jangan di masukan kedalam kotak amal.  Lho, siapa tahu? Bermanfaat.

Gedung yang lumayan megah nan indah membuat mata terpesona akan keintelektualan menjadi mahasiswa Unsera, lha gedungnya aja megah mahasiswanya pasti kreatif, berdiskusi memecahkan masalah, menggugah nalar.

Jangan heran musim awal kegiatan semester ganjil berlangsung banyak Bitsu dadakan di kampus Unsera, ya mereka mahasiswa baru yang mengikuti OSPEK atau yang sebagian orang berkata budaya penjajahan yang kurang bermanfaat diikuti calon mahasiswa Unsera, eh di Unsera Bukan Ospek tapi P2STRATEGIK tujuannya adalah sebagai ajang pengenalan kampus kepada mahasiswa baru yang telah lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru (junior), bukan itu saja sih sebagai ajang bergaya mahasiswa senior mungkin, mungkin yah. Tiga hari kegiatan P2STRATEGIK berlangsung lumayan lama sih, sungguh membosankan.

Awal semester mahasiswa Junior dimana awal semangat – semangatnya kuliah Gedung baru, Teman baru, kenalan baru, gebetan baru, lha wajar semangat wong baru semua, meski dengan kepala botak dengan optimisnya teman saya mengikuti kegiatan akademik (perkuliahan) sebut saja namanya Marwan, Wan elu kenapa rajin banget kuliah, saya kuliah harus dapat gelar sarjana kasihan orang tua saya biaya kuliah mahal, sungguh cita – cita yang mulia hanya ingin mendapat gelar, saya sejak dini niat saya kuliah Cuma mau ngelapas keperjakaan saja, sialnya sampe sekarang keperjakaan belum lepas, niatan yang gagal, bisa marah Orang tua saya kalo denger niat saya belum tercapai, hmmmmm

Rambut mulai tumbuh mahasiswa senior rajin Photo menenteng kamera atau handphone bergaya ala model- model profesional, menjungjung tinggi nilai ketenaran, terkenal di kampus, gampang ko mau terkenal di unsera kamu bergaya sekeren mungkin photo di area kampus Unsera trus Upload photo ke Unsera Eksis, apalagi bagi para jomblo cerdas, bisa menemukan jodoh di medsos, ini Cuma ajang eksis civitas akademika yah, kalau buat educationnya? (Engga ada bro sabar aja ente di tuntut untuk eksis saja gak usah so so an bertanya education).

Ah ini mah kecemburuan penulis saja yang  gak pernah photo di area kampus karena tidak terkenal,

Duhai kamu yang maha peka sekali, semoga kita di pertemukan nanti, amin

Ketika Sang Ratu Salah Melangkah

Engkau Salah Langkah RatuMengapa Ratu Selingkuh ??

 

Karena hanya pangeran tak bertahta yang bisa menerimanya …..

Entah sejak kapan “Sang Ratu” berpikir kalo langkahnya bisa membuat “Sang Raja”  …?? padahal di pikir dengan pola pikir SEHAT dan WARAS “Sang Ratu” tidak akan melangkah seperti itu,

Okehh, Tidak usah ngaler – ngidul dalam berkoar tak etis rasanya. “Sang Ratu” Salah apa ??

Sini saya bisikan pada telinga mu yang mampu mendengar bisikan halus nan lembut penuh sensasi ….

Jadi Seperti ini kurang lebih cerita fiksinya ….

Konon katanya “Sang Raja” akan bertekuk lutut pada “Sang Ratu”  tetapi pangeran memilih untuk pergi, loooohh koq bisa ?? bukannya “Sang Raja” akan berjalan miring jika tanpa “Sang Ratu” bukan ceritanya kalo “Sang Ratu” patuh kepada “Sang Raja”.

Awal Pertemuan “Sang Raja” Dengan “Sang Ratu” ……

Menjadi Mahasiswa merupakan langkah awal untuk berpikir lebih dalam mengugah nalar, ketika itu Sang Raja berubah wujud menjadi Aktivis yang menyuarakan kebenaran meski sang raja belum sepenuhnya benar, berkumpul, berdialektika, diskusi, dan turun aksi merupakan jadwal keseharian menjadi aktivis. Sore hari sang ketua umum menyuarakan kepada anggotanya untuk berkumpul melakukan kajian internal. melihat anggota yang lumayan banyak dan berjauhan tempat keseharian beraktivitas tidurnya menjadikan anggota kekurangan kendaraan untuk mengangkut seluruh anggota dan akhirnya sang raja bertindak untuk membawa anggota berjenis kelamin perempuan karena sang raja dalam keadaan normal. disinilah titik awal pertemuan sang raja dengan sang ratu, sang raja jatuh cinta Seperti Lagunya : “Raja Jatuh Cinta”.